Ahlan Wa Sahlan
WelkomWelcome
Selamat Datang
Irashaimasu
Hwangyong hamnida
Yoga tak hanya membuat tubuh bugar, tapi juga membantu Anda tampak lebih muda. Beberapa gerakan dalam yoga ada yang disebut 'anti-aging yoga poses', yaitu gerakan dengan posisi kepala lebih rendah dari pinggang. Posisi tubuh ini membuat darah mengalir ke kepala, meningkatkan sirkulasi darah terutama di wajah dan kepala. Menurut dermatologis Dr. Jeannette Graf, M.D., sirkulasi darah yang baik memungkinkan aliran oksigen dan nutrisi lebih mudah terkirim ke jaringan kulit. Lakukan lima gerakan yang dikutip dari Total Beauty ini secara rutin untuk wajah awet muda.
1. Plow
Berbaringlah di lantai dengan kaki mengangkat ke atas, membentuk sudut 90 derajat. Tempatkan kedua tangan di samping badan, telapak tangan menempel pada lantai. Tekan kedua telapak tangan ke lantai dan dorong perut hingga sebagian perut dan punggung terangkat, dan kaki hampir menyentuh wajah. Jika telapak kaki tidak bisa menyentuh lantai, taruh tangan di belakang punggung untuk menopang badan Anda. Tahan posisi ini selama 45 detik dan turunkan secara perlahan.
2. Shoulder Stand
Berbaring di lantai dengan kedua tangan di sisi samping badan, telapak tangan menempel pada lantai. Tekan kedua telapak tangan ke lantai sementara kaki diangkat ke atas membentuk 90 derajat. Lalu tempatkan kedua tangan ke punggung bagian bawah, lebarkan ruas kelima jari untuk menopangnya. Usahakan posisikan tubuh Anda setegak mungkin, dan tahan selama satu hingga tiga menit. Turunkan kaki secara perlahan, dan kembalikan tubuh ke posisi berbaring seperti semula.
3. Downward Facing Dog
Lebarkan lengan hingga sejajar dengan bahu, dengan telapak tangan menempel pada lantai. Tubuh dalam posisi setengah telungkup hingga membentuk seperti huruf V. Kaki juga dilebarkan sejajar dengan bahu. Dalam posisi ini, coba untuk mencapai permukaan lantai dengan tumit Anda dengan bokong menghadap ke langit-langit. Kemudian rilekskan leher Anda.
4. Forward Bend
Berdiri dengan melebarkan kaki sejajar dengan pinggul. Lalu bungkukkan badan hingga tangan menyentuh jari kaki. Rilekskan leher, dan silangkan tangan Anda. Tahan posisi ini selama 45 detik hingga 1 menit.
5. Fish
Berbaringlah di lantai, tempatkan kedua tangan (telapak tangan mengarah ke bawah) di bawah bokong. Tekan pergelangan tangan ke lantai untuk membantu Anda mengangkat dada, sehingga punggung membentuk lengkungan. Dongakkan leher ke belakang, dan tenangkan otot-otot leher.
Tidak seperti yang Anda kira, menghilangkan stres bukanlah hal yang sulit. Hanya dengan enam cara sederhana ini, Anda pun akan merasa terbebas dari tekanan dan beban dengan cepat."Sakit kepala, sakit punggung, insomnia bukan dikarenakan stres, tapi bagaimana Anda mengatasi stres tersebut, "ujar Menurut Pamela M. Peeke, MD, MPH, seperti yang dikutip dari Healthy Woman.Menurut Pamela, daripada mengonsumsi obat tidur yang memiliki dampak kurang baik, ia pun menawarkan metode alternatif yang lebih aman. Berikut enam cara mengurangi stres yang aman dan cepat.1. Minum teh herbalPenggunaan teh herbal untuk kesehatan tubuh sudah dilakukan sejah ribuan tahun lalu. Cobalah untuk meminum teh chamomile dan valerian lalu duduk di tempat yang nyaman serta tenang.
2. Latihan pernafasanNafas berat dengan diafragma dapat diperlukan untuk memberikan respon relaksasi. Jadi, jika merasa kepala Anda sakit dan terdapat beban berat pada leher serta pundak, sebaiknya hentikan pekerjaan Anda saat itu juga dan ambil nafas dalam-dalam.
3. Pelihara binatangSejumlah penelitian mengungkapkan bahwa bermain, memeluk dan membelai binatang peliharaan dapat mengurangi tingkat kecemasan. Tidak ada salahnya jika Anda memlihara binatang di rumah sebagai terapi stres.
4. Mendengarkan musikMendengarkan petikan gitar atau suara air jatuh dapat mengoptimalkan relaksasi. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa terapi musik dapat mengurangi kecemasan dan membuat tidur lebih berkualitas.
5. Istirahatkan ototMengistirahatkan otot satu persatu disebut dengan relaksasi otot progresif. Metode relaksasi jenis ini menjelaskan bagaimana cara menegangkan sekelompok otot tertentu kemudian melepaskan ketegangan itu. Bila sudah dapat merasakan keduanya, Anda mulai membedakan sensasi pada saat otot dalam keadaan tegang dan rileks.6. MeditasiMeditasi bukan hanya berdiam diri dan merenung saja. Ikutilah kelas meditasi dan berlatihlah setiap saat. Saat stres melanda, Anda pun bisa mengatasinya dengan bermeditasi.
Menjadi ramping adalah salah satu resolusi Anda di 2012? Maka hal pertama yang harus dilakukan adalah merencanakan asupan nutrisi yang tepat. Bukan dengan hanya mengonsumsi makanan organik atau produk rendah kalori, tapi perencanaan yang bisa (dan harus) Anda lakukan secara rutin dan berkala.Dr. Simran Saini, konsultan program penurunan berat badan di Fortis Hospital, salah satu rumah sakit terbaik di India memberikan enam tips untuk langsing cara sehat, seperti dilansir Times of India.Langkah 1: Buat Food DiaryTuliskan semua yang Anda makan dan minum, juga aktivitas rutin selama tiga hari. Di hari keempat, cek lagi tulisan di diary tersebut dan Anda bisa melihat bagaimana pola makan dan frekuensi aktivitas fisik selama tiga hari itu. Food diary berfungsi sebagai pencegah, membantu Anda mengontrol kebiasaan makan, memberikan catatan mengenai kesehatan, membantu mengurangi keinginan konsumsi makanan tidak sehat dan akhirnya membantu Anda tetap menjaga porsi makanan pada setiap jam makan.Langkah 2: Kurangi Makanan OlahanPastikan sedikitnya 1/3 makanan yang Anda konsumsi bukan produk olahan pabrik. Untuk meningkatkan asupan nutrisi, salah satu yang paling penting adalah mengonsumsi makanan segar dalam diet harian Anda. Makanan segar seperti ikan, daging dan sayur akan membantu Anda menentukan sendiri penggunaan bumbu agar tidak berlebihan, misalnya garam dan gula. Anda bisa memasaknya dengan cara direbus, tumis atau panggang. Langkah 3: Makan Sayur dan Buah SegarKonsumsilah sayuran dan buah-buahan segar yang berkualitas baik. Sayur dan buah segar tinggi akan vitamin dan mineral yang bisa meningkatkan tingkat nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, dalam keadaan segar, sayur dan buah sangat kaya akan antioksidan yang bisa melawan zat-zat kimia dan radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh.Langkah 4: Batasi Asupan Garam dan GulaBatasi konsumsi garam dalam diet Anda, agar sistem peredaran darah selalu bekerja dengan baik. Begitu juga dengan gula, mengurangi asupannya akan membantu menjaga lingkar pinggang Anda tetap ramping dan pemasukan kalori dalam tubuh terkontrol. Sebagai penyedap masakan, Anda bisa menggantinya dengan bumbu herbal atau rempah-rempah yang tentunya lebih sehat daripada garam yang terlalu banyak.Langkah 5: Kurangi Pemanis BuatanUsahakan mengonsumsi pemanis buatan seminimal mungkin. Disiplinkan diri Anda untuk mengonsumsi hanya satu sendok teh gula setiap hari. Segala sesuatu yang sudah melewati proses pengolahan, termasuk gula pasir, harus dikonsumsi dalam jumlah yang rendah.Langkah 6: Jangan Tunggu Sampai KelaparanHindari melewatkan jam makan Anda, atau makan terlalu sedikit secara tiba-tiba untuk mencapai target diet yang tidak realistis. Sangat penting untuk menyusun rencana dan target yang praktis. Jika memang harus mengganti pola diet, ubahlah secara perlahan agar tubuh Anda bisa beradaptasi. Tidak makan di jam yang seharusnya akan menyebabkan hypoglycemia (gula darah rendah) dan membuat Anda cepat marah.
Timbulnya rasa lapar tidak selalu karena tubuh membutuhkan nutrisi atau energi. Keinginan untuk makan bisa muncul hanya karena Anda mencium lezatnya aroma masakan atau tak sengaja melihat seseorang makan.Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan Anda merasa lapar, padahal asupan energi dan kalori dalam tubuh sudah lebih dari cukup. Ini tujuh faktor yang menyebabkan orang lapar seperti dilansir Womansday, dan kenali mana rasa lapar yang sebenarnya dan mana yang hanya sekadar hasrat sesaat.1. Kurang Tidur di Malam HariKurang istirahat bisa membuat tubuh kehilangan energi dan membingungkan hormon nafsu makan. Akibatnya, tubuh akan merasakan rasa lapar yang berlebihan sehingga hasrat makan di esok harinya jadi menggila."Saat tubuh kurang energi, tingkat leptin (hormon yang diproduksi sel lemak untuk mengontrol nafsu makan) juga menurun, sedangkan tingkat gherlin (hormon yang memicu nafsu makan) meningkat," jelas Karen Ansel, RD, juru bicara American Dietetic Association.Oleh karena itu, cukup tidur selama delapan jam setiap malam merupakan cara paling mudah namun penting untuk mencegah konsumsi makanan yang berlebihan. Jika memang Anda terpaksa harus tidur dalam waktu yang singkat (karena lembur, perjalanan jauh, dan sebagainya), asuplah energi dari makanan yang sehat seperti buah segar, karbohidrat kompleks dan protein ringan (ikan, daging ayam atau protein nabati).2. Konsumsi Obat dengan Efek Samping yang Membuat LaparJika Anda kelaparan setelah minum obat antibiotik untuk menghilangkan reaksi alergi, peradangan sendi, jerawat atau batuk, mungkin obat tersebut penyebabnya. Obat medis yang mengandung steroid ringan seperti prednisone atau corticosteroid bisa memicu rasa lapar yang berlebihan."Jika Anda telah mengonsumsi makanan porsi normal sebelum minum obat, maka rasa lapar yang timbul setelahnya bisa diabaikan," ujar Milton Stokes, RD, pemilik One Source Nutrition. Untuk mengalihkan rasa lapar, kunyahlah permen karet, seruput secangkir kecil kopi hangat atau gosok gigi.3. Haus atau DehidrasiGejala dehidrasi biasanya mirip dengan gejala saat tubuh lapar, yang ditandai dengan rasa ngantuk dan lemas. Hal tersebut bisa membuat anggapan bahwa Anda memerlukan makanan untuk meningkatkan energi. Saat kehausan, mulut menjadi kering dan rasa lapar pun mendera. Sebelum menjejali mulut Anda dengan makanan, saat rasa lapar datang, cobalah untuk minum segelas air putih atau secangkir teh herbal. Tunggu selama 10 menit, jika rasa lapar hilang, berarti yang tubuh Anda butuhkan hanya cairan.4. Baru Selesai OlahragaSetelah berolahraga keras seperti latihan spinning atau interval, biasanya rasa lapar akan datang. Tapi itu bukan berarti tubuh Anda memerlukan kalori ekstra. Menurut Marissa Lipper, RD, konsultan nutrisi dan diet di New York City, rasa lapar yang datang merupakan sinyal kalau tubuh Anda membutuhkan nutrisi yang lebih spesifik.Jangan karena baru selesai olahraga, lantas Anda bisa bebas melahap apa saja. Tetap makan dengan bijak untuk mengembalikan energi yang hilang, dengan penganan sehat seperti ayam panggang dengan nasi merah dalam porsi secukupnya.5. Ada Teman yang Makan di Dekat AndaStudi yang dilakukan Duke University dan Arizona State University, menemukan bahwa wanita cenderung mengikuti kebiasaan makan teman atau wanita lainnya. Ketika satu orang makan, maka orang-orang yang bersamanya pun ikut ingin makan. Maka saat teman makan, sementara Anda sudah menghabiskan makanan, segera beranjak dari tempat duduk dan berjalan-jalanlah sebentar. Tahanlah keinginan untuk ikut makan atau mencicipi makanan teman Anda. Mungkin akan sedikit sulit, tapi jika berusaha, hasilnya akan menguntungkan bagi Anda.6. Mencium atau Melihat Makanan"Kita cenderung makan karena hasrat daripada perut," tutur Karen. Ketika seseorang melihat makanan, meskipun hanya dari sebuah gambar, iklan atau TV, hasrat makan bisa saja mucul. Hal ini juga bisa terjadi ketika kita mencium harum roti yang dipanggang atau menonton acara memasak.Untuk menghindarinya, segera ganti channel ketika ada iklan tentang produk makanan atau keluar dari ruangan saat acara demo masak berlangsung. Hasrat makan pun bisa segera hilang.7. StresBerhati-hatilah saat sedang stres, karena bisa berakibat tubuh yang semakin gemuk. Sejumlah studi menunjukkan, saat seseorang stres, dia cenderung ingin makan makanan tinggi lemak, asin dan manis. Hormon cortisol dan insulin menjadi penyebab hasrat makan menggila ketika stres.Jenis makanan tersebut memang terasa nyaman dan enak di mulut. Tapi di waktu yang sama, juga memasok banyak kalori ke dalam tubuh. Jika stres melanda, jangan buru-buru mengambil cup es krim atau mengulum berkeping-keping cokelat.
Mendapatkan berat dan bentuk tubuh ideal memang memerlukan usaha yang keras. Tapi lebih sulit lagi untuk mempertahankannya. Ada beberapa cara mudah untuk mempertahankan berat tubuh ideal. Namun kuncinya hanya satu, lakukan dengan disiplin dan teratur. Berikut ini tipsnya untuk Anda, seperti dikutip dari Woman's Day.
1. Olahraga Teratur
Studi menunjukkan bahwa olahraga teratur lebih penting dan diperlukan dalam fase pemeliharaan dibandingkan ketika Anda masih menjalani program penurunan berat badan. Lakukan olahraga selama 30 hingga 60 menit hari. Pilihlah jenis olahraga yang Anda sukai, misalnya jogging, aerobik atau spinning.
2. Monitor
Tidak perlu menimbang berat badan setiap hari, cukup dua minggu sekali untuk membantu Anda mengontrol dan mempertahankan berat badan. Tujuannya untuk memonitor dan mengingatkan jika Anda sudah mulai berlebihan mengonsumsi makanan berlemak atau berkalori tinggi.
3. Kontrol Diri
Setiap kali Anda makan banyak karena sedang sedih, frustasi, stres, marah atau bosan, tuliskan dalam buku catatan 'dosa' yang sudah Anda perbuat itu. Jadikan catatan dalam notes tersebut sebagai pengingat apa yang sudah membuat Anda makan banyak dan menambah berat badan. Dengan begitu, Anda jadi lebih mudah mengontrol diri.
4. Tambah Pengetahuan Seputar Diet
Setiap tahunnya, penelitian dilakukan untuk mengetahui perkembangan dalam dunia diet dan fitnes. Perluas wawasan Anda dengan banyak membaca buku atau artikel di majalah dan internet. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan tips dan trik terbaru yang membantu Anda menjaga berat badan ideal.
5. Ganti Menu Diet Sehat Secara Berkala
Mengonsumsi makanan yang itu-itu saja akan membuat bosan dan kandungan nutrisi yang diterima tubuh pun tidak maksimal. Coba ganti tiga atau empat menu baru tiap dua minggunya. Bisa dengan mengganti bumbu, rempah, sayuran, daging atau jenis ikan yang berbeda. Jadikan setiap jadwal makan Anda bervariasi dan selalu menarik. Jadi, Anda tidak akan coba-coba untuk makan junk food, cake atau keripik kentang.
6. Atur Pola Makan
Buatlah jadwal kapan Anda harus makan pagi, siang, sore dan malam. Selalu patuhi jam-jam tersebut dan makanlah begitu tiba waktunya. Makan sesuai jadwal, bisa menghindari Anda dari makan terlalu banyak. Anda tidak dilarang untuk ngemil. Jam antara sarapan dan makan siang, atau siang menjelang sore bisa dimanfaatkan untuk konsumsi camilan.